- MOVING AVERAGE
- Indikator ini memang paling sederhana dibanding indikator Analisis Teknikal lain.
- Indikator ini menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dalam suatu rentang waktu, misalnya dalam waktu 50 hari atau sering disebut MA50 (1 QUARTAL) Contoh lain sala waktu 200 Hari atau sering di sebut MA 200 (4 Quartal).
- Ada yg pakai MA 5/10/20 dll.
- Cara penggunaan indikator ini adalah dengan melihat posisi harga dibandingkan dengan MA50 tersebut.
- Apabila grafik harga memotong MA50 ke atas dianggap sinyal beli.
- Sedangkan sebaliknya, bila grafik harga memotong MA50 ke bawah dianggap sebagai sinyal jual.
- jika harga di bawah MA 200 berarti sedang downtrand, dengan kata lain tidak ada untug 1 tahun.
- MA juga bisa jadi support dan resisten
- untuk swing pake EMA 50 dan EMA 200 dan bantuan garis tlin, MA 50 RATA
- MA 10 jadi support, beberapa kali ketika mendekati suport merupakan timing buat buy,
- Namun ketika MA10 jebol maka MA 20 jadi support dan M10 jadi resisten
- RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI)
- Relative Strength Index (RSI) digunakan untuk menghitung perbandingan antara daya tarik kenaikan dan penurunan harga, nilainya berkisar 0-100.
- Dengan RSI Anda dapat mengetahui apakah suatu harga sudah overbought atau oversold.
- Pada prinsipnya, penggunaan RSI sangat mudah. Jika RSI bernilai sangat tinggi (di atas 70) artinya pasar sudah overbought (jenuh beli) sehingga ada potensi turun, saatnya untuk jual.
- Sebaliknya jika RSI bernilai sangat rendah (di bawah 30) artinya pasar sudah oversold (jenuh jual) sehingga ada potensi naik, saatnya untuk beli.
- STOCHASTIC
- Stochastic dikembangkan oleh George C. Lane di akhir 1950-an.
- Stochastic adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah/tertinggi selama periode waktu tertentu.
- Ada tiga macam tipe Stochastic Oscillators: Fast, Slow, dan Full.
- Biasanya ada dua garis di Stochastic, yaitu %K dan %D.
- Sinyal beli dan jual bisa dilihat dari garis %K dan %D.
- Jika %K memotong %D ke atas, berarti sinyal beli.
- Sedangkan bila %K memotong %D ke bawah berarti sinyal jual.
- MOVING AVERAGE CONVERGENCE DIVERGENCE (MACD)
- Moving Average Convergence/Divergence (MACD) adalah indikator yang sangat berguna bagi seorang trader.
- Indikator ini berfungsi untuk menunjukkan trend yang sedang terjadi dan juga bisa memberikan sinyal beli atau jual.
- Di dalam MACD ada dua garis yang akan Anda temui, yaitu Signal Line dan MACD Line.
- Jika nilai MACD positif (di atas nol), berarti pasar bersifat bullish, disarankan beli.
- Sedangkan jika nilai MACD negatif (di bawah nol), berarti pasar bersifat bearish, disarankan jual
HAFALIN TENTANG VOLUME transaksi yg terjadi sehari-hari dalam kondisi pasar
normal...
1.jika harga naik,volume naik kondisi pasar masih akan naik sampai jennuh laly turun..
2.jika harga turun,volume turun,kondisi pasar masih akan turun sampai jenuh baru akan naik.
1.jika harga naik,volume naik kondisi pasar masih akan naik sampai jennuh laly turun..
2.jika harga turun,volume turun,kondisi pasar masih akan turun sampai jenuh baru akan naik.
KONDISI PASAR : turun dlm..dibawah support 3..tapi blm juga
balik karena belum ada motor penggerak...
3.jika harga naik,volume turun,kondisi pasar sudah mulai melemah kekuatan naik lebih tinggi.
4.jika harga turun,volume turun, kondidi pasar sdh mulai melemah untuk turun lebih dalam lagi.
3.jika harga naik,volume turun,kondisi pasar sudah mulai melemah kekuatan naik lebih tinggi.
4.jika harga turun,volume turun, kondidi pasar sdh mulai melemah untuk turun lebih dalam lagi.
KONDISI PASAR :
masih agak tinggi diantara support2..dan 1
Itu kondisi normal lalu bagaimana jika terjadi anomali pada ke empat
kondisi itu..
SOLUSI:
Gunakan MM trik cuan.
SOLUSI:
Gunakan MM trik cuan.
Sama sama turun harga..sama sama turun volume dengan fisikologis pasar yg
bedaa..
Untuk menyikapinya beda...semua balik kepribadi masing-2..
Pribadi masing-2...artinya uang pribadi yg digunakan beli sahamnya..jumlah
lot yg telah dipegang..penempat prosentase uang pada portfolio saham
masing-2...fokus titik harga beda meski merata..
- PARABOLICK SAR
Parabolic sar untuk identifikasi tren juga boleh..meski kadang
terlambat.jika titik warna pink itu jauh dari candle trend nya msh kuat.jika
menyempit dgn candle kekuatan pasar trend nya kurang alias mulai lemah
syahwat.
KESIMPULAN trik cuan: parabolic sar hanya EFEKTIF dipakai jalan keluar
untuk taking profit dan taichi.
- BOLINGER BAND
TRIK MEMBACA BOLLINGER BAND jika harga menyentuh bibir
tengah& bibir bawahnya mellia dari atas maka saatnya beli...
KESIMPULAN
Sudah itu dipahami dulu JANGAN SEMUA TA DIPAKAI BERSAMA...MAKA YG TERJADI KETIKA TA BILANG SEMUA YEESS!!! DIJAMIN 100% BANDAR NGGUYUUUURRR....dadaaaaa









Tidak ada komentar:
Posting Komentar